Khamis, 9 Jun 2011

7 puasa sunat yang perlu diketahui - Asyitaa Inaya


1) Puasa 6 hari dibulan syawwal
Berdasarkan hadits Abu Ayyub Al-Anshari bahwa Raulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“barangsiapa yang berpuasa ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari dibulan syawwal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR.Muslim: 1164 )

Hadits ini merupakan nash yang jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa enam hari dibulan syawwal. Adapun sebab mengapa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menyamakannya dengan puasa setahun lamanya, telah disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah bahwa beliau berkata:

“berkata para ulama: sesungguhnya amalan tersebut sama kedudukannya dengan puasa sepanjang tahun,sebab satu kebaikannya nilainya sama dengan sepuluh kali lipat, maka bulan ramadhan sama seperti 10 bulan,dan enam hari sama seperti dua bulan.” (Syarah Nawawi:8/56)

Hal ini dikuatkan dengan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

صيام شهر رمضان بعشرة أشهر وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام سنة

“berpuasa ramadhan seimbang dengan sepuluh bulan,dan berpuasa enam hari seimbang dengan dua bulan,maka yang demikian itu sama dengan berpuasa setahun.” (HR.Nasaai dalam Al-kubra (2860),Al-Baihaqi (4/293),dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’ (4/107).


2) Puasa Isnin dan khamis

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari Isnin? Maka beliau menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فيه وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أو أُنْزِلَ عَلَيَّ فيه

“itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya,dan aku diutus,atau diturunkan kepadaku (wahyu).” (HR.Muslim:1162)

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab:

وَكَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

“adalah beliau senantiasa menjaga puasa pada hari Isnin dan khamis” (HR.Tirmidzi (745),Ibnu Majah:1739,An-Nassai (2187),Ibnu Hibban (3643).dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah)

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari Isnin dan khamis. Lalu ada yang bertanya: sesungguhnya engkau senantiasa berpuasa pada hari senin dan kamis? Beliau menjawab:

تُفَتَّحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يوم الإثنين وَالْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ فِيهِمَا لِمَنْ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شيئا إلا الْمُهْتَجِرَيْنِ يُقَالُ رُدُّوا هَذَيْنِ حتى يَصْطَلِحَا

“dibuka pintu-pintu surga pada hari senin dan kamis,lalu diampuni (dosa) setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun,kecuali dua orang yang saling bertikai,dikatakan: biarkan mereka berdua sampai keduanya berbaikan.” (HR.Tirmidzi (2023),Ibnu Majah (1740),dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi dan Ibnu Majah)


3) Puasa Dawud Alaihissalam

Berdasarkan hadits yang datang dari Abdullah bin Amr bin ‘Al-Ash radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda

أَحَبُّ الصِّيَامِ إلى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ كان يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إلى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ كان يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

“puasa yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah puasa Dawud,beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.Dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Dawud,beliau tidur dipertengahan malam,lalu bangun (shalat) pada sepertiga malam,dan tidur pada seperenamnya.” (HR.Bukhari :3238,dan Muslim:1159)

Dalam riwayat lain beliau shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

لَا صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ عليه السَّلَام شَطْرَ الدَّهَرِ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا

“tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Dawud Alaihisssalam,setengah tahun,berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR.Bukhari: 1879,Muslim:1159)



4) Puasa tiga hari dalam sebulan

Berdasarkan hadits Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berkata kepadanya:

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya,maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari:1874,Muslim:1159)

Juga diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya oleh Mu’adzah Al-Adawiyyah: apakah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam senantiasa berpuasa tiga hari dalam setiap bulan? Maka beliau menjawab: iya.Lalu ditanya lagi: pada hari yang mana dari bulan tersebut? Beliau menjawab:

لم يَكُنْ يُبَالِي من أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

“beliau tidak peduli dihari yang mana dari bulan tersebut ia berpuasa.” (HR.Muslim:1160)

Juga dari hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي e بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ من كل شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قبل أَنْ أَنَامَ

“Teman setiaku Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,mengerjakan shalat dua raka’at dhuha,dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.” (HR.Bukhari:1180)

Hadits ini menjelaskan bahwa diperbolehkan pada hari yang mana saja dari bulan tersebut ia berpuasa,maka ia telah mengamalkan sunnah.Namun jika ia ingin mengamalkan yang lebih utama lagi,maka dianjurkan untuk berpuasa pada pertengahan bulan hijriyyah, yaitu tanggal 13,14 dan 15. Hal ini berdasarkan hadits yang datang dari Abu Dzar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

يا أَبَا ذَرٍّ إذا صُمْتَ من الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“wahai Abu Dzar,jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan,maka berpuasalah pada hari ketiga belas,empat belas dan lima belas.” (HR.Tirmidzi:761,An-Nasaai:2424,ahmad:5/162,Ibnu Khuzaimah: 2128,Al-Baihaqi: 4/292.Dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’:4/101-102)

Puasa tiga hari dipertengahan bulan ini disebut dengan hari-hari putih. Dalam riwayat lain dari hadits Abu Dzar radhiallahu’anhu,beliau berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ e أَنْ نَصُومَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثَةَ أَيَّامِ الْبِيضِ ثَلاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintah kami untuk berpuasa tiga hari-hari putih dalam setiap bulan:13,14 dan 15.” (HR.Ibnu Hibban:3656)

disebut sebagai “hari-hari putih” disebabkan karena malam-malam yang terdapat pada tanggal tersebut bulan bersinar putih dan terang benderang. (lihat:fathul Bari:4/226)

Yang lebih menunjukkan keutamaan yang besar dalam berpuasa pada hari-hari putih tersebut, dimana Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan amalan ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم لا يَدَعُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ في سَفَرٍ وَلا حَضَرٍ

“adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih,baik diwaktu safar maupun disaat mukim.” (HR.At-thabarani: ,dishahihkan Al-Albani dalam shahihul jami’:4848).



5) Puasa Arafah

Berdasarkan hadits Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari arafah,Beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR.Muslim:1162)

Kecuali bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan ibadah haji,maka tidak dianjurkan berpuasa pada hari itu. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berbuka di Arafah,Ummul Fadhl mengirimkan segelas susu kepada beliau,lalu beliau meminumnya.” (HR.Tirmidzi: 750,dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Juga diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhu bahwa beliau ditanya tentang hukum berpuasa pada hari Arafah di Arafah?,beliau menjawab”

حَجَجْتُ مع النبي e فلم يَصُمْهُ وَمَعَ أبي بَكْرٍ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُمَرَ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُثْمَانَ فلم يَصُمْهُ وأنا لَا أَصُومُهُ ولا آمُرُ بِهِ ولا أَنْهَى عنه

“aku menunaikan ibadah haji bersama Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan beliau tidak berpuasa pada hari itu,aku bersama Abu Bakar radhiallahu’anhu beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Umar dan beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Utsman dan beliau pun tidak berpuasa padanya. Dan akupun tidak berpuasa padanya,dan aku tidak memerintahkannya dan tidak pula melarangnya.” (HR.Tirmidzi:751.Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)



6)Puasa dibulan muharram,khususnya pada hari ‘Asyura (10 muharram)

Bulan muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“puasa yang paling afdhal setelah ramadhan adalah bulan Allah: muharram,dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR.Muslim:1163)

Dan diantara hari-hari dibulan tersebut,lebih dianjurkan lagi berpuasa pada hari Asyura,yaitu tanggal 10 muharram. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan sangat dianjurkannya berpuasa pada hari ‘Asyura. Diantaranya adalah hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فلما فُرِضَ رَمَضَانُ كان من شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintahkan (perintah yang mewajibkan) puasa pada hari ‘Asyura. Maka tatkala telah diwajibkannya ramadhan,maka siapa yang ingin berpuasa maka silahkan dan siapa yang ingin berbuka juga boleh.” (HR.Bukhari:1897,Muslim: 1125)

Dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Qatadah bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura,maka beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR.Muslim:1162)

Dan juga dianjurkan berpuasa pada tanggal sembilan muharram,berdasarkan hadits Ibnu abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: tatkala Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata:wahai Rasulullah,itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Maka bersabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam : jika tiba tahun yang berikutnya,insya Allah kita pun berpuasa pada hari kesembilan. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam wafat.” (HR.Muslim:1134)



7) Puasa dibulan sya’ban

Diantara bulan yang dianjurkan memperbanyak puasa adalah dibulan sya’ban. Berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

فما رأيت رَسُولَ اللَّهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلا رَمَضَانَ وما رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ

“aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali ramadhan,dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan sya’ban,” (HR.Bukhari:1868)

Kecuali pada hari-hari terakhir,sehari atau dua hari sebelum ramadhan ,tidak diperbolehkan berpuasa pada hari itu,terkecuali seseorang yang menjadi hari kebiasaannya berpuasa maka dibolehkan,seperti seseorang yang terbiasa berpuasa senin kamis,lalu sehari atau dua hari tersebut bertepatan dengan hari senin atau kamis. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bahwa beliau bersabda:

لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ ولا يَوْمَيْنِ إلا رَجُلٌ كان يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah kalian mendahului ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari,kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa. (HR.Muslim:1082)

Semoga Allah senantiasa menambah ilmu yang bermanfaat dan amal saleh kita yang senantiasa diterima disisi-Nya.

●●●●⊱●●⊱●●⊱●●⊱Sebar-Sebarkan Semoga Bermanfaat ⊰●●⊰●●⊰●●●●

Isnin, 6 Jun 2011

ramai wanita bertanya dan seorang sahaja lelaki menjawabnya


Ramai wanita bertanya dan seorang lelaki menjawab

Kaum feminin cakap “susah jadi wanita”, mereka telah digoda dan diperdaya oleh syaitan dan hawa nafsunya sendiri, seperti yang kita lihat dialog dibawah, bagaikan mempersoalkan ketentuan Allah terhadap mereka. Dengan kata lain yang agak kasar, Allah berat sebelah pada kaum wanita.
  1. “Aduh, situ tutup, sini tutup. Susah la gini. Apasal laki-laki mudah saja. Tak pakai baju pun takpe. Perempuan auratnya lagi banyak.”
  2. “Kenapa la kita para isteri ni nak keluar kena minta izin dari suami kita, padahal suami kita nak keluar kemana-mana pun tak bagitau kita takpe pulak.”
  3. “Jika kita ikut faraid dalam hal pusaka, rugilah kita. Sebab bahagian harta pusaka perempuan lagi sedikit berbanding harta yang anak lelaki dapat. Kami mahu keadilan!”
  4. “Kenapa Allah jadikan wanita mengandung dan rasa sakitnya nak melahirkan anak. Suami kita rileks saja? Masa buat anak carilah kita, masa nak beranak kita tanggung sendiri!”
  5. Islam kata kita perempuan wajib taat pada suami, tapi ada islam cakap suami perlu taat pada isterinya? Mana keadilan pada kaum hawa?”
  6. “Bila nak cerai je, suami yang boleh jatuhkan talak. Kenapa isteri tak bolek ceraikan suaminya? Kenapa?”
  7. “Wanita takleh nak beribadat macam lelaki, sebab bila kita ada haid dan nifas, takleh nak solat dan puasa. Ingat perempuan ni suka ke tak solat dan puasa?”.

Dan kemudian datanglah pertubuhan dan organisasi yang membela kaum wanita, dan menuntut hak samarata antara gender, mengekploitasi fahaman wanita yang terjejas akidahnya dek kerana disogok pertanyaan. Kaum lelaki pula cakap, “Ah, mujur aku ni lelaki!”
Tunggu..! Istigfarlah pada wanita yang ada perasaan seperti di atas. Mujur ada seorang lelaki yang bukanlah seorang ustaz namun amat yakin bahawa Allah itu Maha Adil. Dia tidak mampu menuturkan sabda Rasulullah s.a.w dan petikan dari ayat Al-Quran, namun dengan keimanan dan ilmu sedikit yang dia ada diolah untuk menjawab soalan-soalan melampau itu.
  1. “Cik adik, Islam lah yang mengangkat aurat wanita. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Awak ada emas dan permata, adakah awak nak letak terdedah ditepi laluan lalu lalang atau disimpan dirumah agar tiada siapa melihat perhiasan itu? Ok, jika awak letakkan perhiasan tadi dikalangan orang, agaknya apa akan jadi dengan barang perhiasan tadi? Lelaki, yang utama hanyalah bawah pusat ke lutut tapi awak? Saya tidak dapat melihat kulit anda pun kecuali muka dan tangan! Awak tak mungkin akan terangsang nafsu tengok saya hanya berseluar pendek ke lutut? Jangankan saya, tapi tok imam akan tercabut serbannya jika tengok awak hanya pakai seluar pendek!”
  2. “Ok, isteri perlu taat pada suami. Jadi, lelaki apa? Suami perlu wajib taat juga kepada ibunya tiga kali lebih utama dari ayahnya, walaupun di sudah berkeluarga. Isteri tidak perlu lagi, taatnya hanya pada suami. Kenapa awak perlu taat pada suami? Kerana suami kalian lah yang menanggung dosa yang kalian lakukan!”
  3. “Betul ke wanita menerima warisan pusaka lagi sedikit daripada lelaki? Tapi kan, harta itu memang hak untuk wanita itu dan dia berhak lakukan apa saja yang dia mahu. Shh.. jangan kongsi dengan sape-sape walaupun suami. Tak kesian pada lelaki ke, dia perlu membahagikan harta pusaka itu kepada isteri dan anak-anaknya. Kalo isteri dia ramai, anak dia ramai, harta pulak secebis, tak merasa lah jawabnya!”
  4. “Tahniah la sebab awak dapat mengandung dan melahirkan. Setiap kali awak begitu, wanita itu didoakan oleh sekalian makhluk dan malaikat! Beruntungnya awak! Andaikan awak meninggal pula masa beranak tu, percayalah… itu mati syahid dan ganjarannya syurga. Ya, syurga menanti awak! Sebab tu tak ramai orang wanita meninggal masa melahirkan, malah beranak 15 kali pun sihat sampai ke tua!”
  5. “Akhirat nanti, saya dan lelaki lain didunia ini akan diminta bertanggungjawab keatas empat jenis wanita. Siapa? Mereka ialah isteri saya, ibu saya, anak perempuan saya dan adik perempuan saya. Tahu maksudnya? Awak nanti di akhirat, awak akan dibantu oleh empat lelaki! Siapa mereka? Mereka ialah suami, ayah, adik atau abang malah anak lelaki awak!”
  6. “Nak beribadat macam lelaki? Ingat mudah ke nak dapat syurga? Sedarlah, awak sebagai wanita boleh masuk sebarang pintu syurga yang awak sukai. Ya, dah la syurga, ada pilihan pula hanya dengan empat cara. Apa itu? Solat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dan tahu apa satu lagi? Taat pada suami awak. Itu saja asasnya!”
  7. “Saya, seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah. Awak, seorang wanita jika taat akan suaminya,dan menunaikan tanggungjawabnya kepada Allah, maka awak akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata!”
    “Sebenarnya, apa lagi yang awak mahu, wahai kaum hawa?”
    Lantas, wanita-wanita tadi menangis dan berkata;
    “MasyaAllah, demikian sayangnya Allah pada wanita, namun kami sendiri yang mengheret diri ke neraka yang mana ramainya kaum kami berbanding kaum lelaki!”
Demikianlah dialog wanita-wanita yang curiga itu dengan seorang lelaki biasa namun beriman. Ingat firmanNya, bahawa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut dan tunduk kepada cara-cara dan peraturan yang dipromosikan dan diperjuangkan itu.
Sebagai Zat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Dia yang Maha Tahu pada manusia, sehingga segala hukumNya malah peraturanNya, tentulah yang terbaik bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan yang dicipta manusia.
Wahai lelaki, jagalah isterimu kerana dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah s.a.w pernah mengajarkan agar kaum lelaki berbuat baik selalu (lembut) terhadap isteri anda sekalian.
Adalah sabda Rasulullah s.a.w bahawa ketika lelaki memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan menjadikannya muslimah yang baik, maka syurga adalah jaminannya.
Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan agamamu, nescaya syurga menanti!
dipetik daripada : layarminda

Ahad, 5 Jun 2011

kuliah islam

 1.Senyum itu tanda kemesraan, diberi kepada manusia dianggap sedekah. Ketawa itu lambang kelalaian. Selalu dilakukan hati akan mati. Dibuat di hadapan manusia menghilangkan maruah diri.

2. Setiap kesalahan yang dilakukan jadikanlah pengajaran, insaflah ini tanda kelemahan diri, kesalilah keterlanjuran itu dan berazamlah tidak mengulanginya lagi.

3. Syukur nikmat dan sabar di dalam ujian amat mudah diucapkan tetapi amat sulit dilaksanakan.

4. Kesenangan dan kemewahan selalunya membawa kepada kesombongan dan kelalaian. Kesusahan dan penderitaan itu, selalunya membawa kekecewaan dan putus asa, kecuali orang yang mukmin.

5. Di antara tanda-tanda orang-orang yang sombong itu cepat melahirkan sifat marah, suka memotong percakapan orang, suka bermujadalah yakni bertegang leher, nampak di mukanya rasa tidak senang jika ada orang yang lebih darinya di satu majlis, bercakap meninggikan suara, pantang ditegur, tidak ada tanda-tanda kesal di atas kesalahan.

6. Orang yang sudah hilang sifat marah (dayus), cepat melahirkan sifat marah (lemah mujahadah). Orang yang ada sifat marah tapi dapat disembunyikan kecuali di tempat-tempat yang munasabah inilah manusia normal.

7. Tahu diri kita hamba itu adalah ilmu, merasa diri kita itu hamba itu penghayatan, yang kedua inilah akan lahir sifat tawaduk, malu, khusyuk, takut, hina dan lain-lain lagi sifat kehambaan.

8. Jika kita mengingati dosa, kita tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan.

9. Lahirkan kemesraan kita sesama manusia kerana itu adalah haknya tapi jangan putus hati kita dengan ALLAH, ini adalah hakNYA pula.

10.Apabila rasa senang dengan pujian, rasa sakit dengan kehinaan menunjukkan kita ada kepentingan peribadi, tanda kita tidak ikhlas membuat kebaikan.

:sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan ALLAH, maka mereka itulah orang-orang yang zalim‼:

Cermin diri

1. Senyum itu tanda kemesraan, diberi kepada manusia dianggap sedekah. Ketawa itu lambang kelalaian. Selalu dilakukan hati akan mati. Dibuat di hadapan manusia menghilangkan maruah diri.

2. Setiap kesalahan yang dilakukan jadikanlah pengajaran, insaflah ini tanda kelemahan diri, kesalilah keterlanjuran itu dan berazamlah tidak mengulanginya lagi.

3. Syukur nikmat dan sabar di dalam ujian amat mudah diucapkan tetapi amat sulit dilaksanakan.

4. Kesenangan dan kemewahan selalunya membawa kepada kesombongan dan kelalaian. Kesusahan dan penderitaan itu, selalunya membawa kekecewaan dan putus asa, kecuali orang yang mukmin.

5. Di antara tanda-tanda orang-orang yang sombong itu cepat melahirkan sifat marah, suka memotong percakapan orang, suka bermujadalah yakni bertegang leher, nampak di mukanya rasa tidak senang jika ada orang yang lebih darinya di satu majlis, bercakap meninggikan suara, pantang ditegur, tidak ada tanda-tanda kesal di atas kesalahan.

6. Orang yang sudah hilang sifat marah (dayus), cepat melahirkan sifat marah (lemah mujahadah). Orang yang ada sifat marah tapi dapat disembunyikan kecuali di tempat-tempat yang munasabah inilah manusia normal.

7. Tahu diri kita hamba itu adalah ilmu, merasa diri kita itu hamba itu penghayatan, yang kedua inilah akan lahir sifat tawaduk, malu, khusyuk, takut, hina dan lain-lain lagi sifat kehambaan.

8. Jika kita mengingati dosa, kita tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan.

9. Lahirkan kemesraan kita sesama manusia kerana itu adalah haknya tapi jangan putus hati kita dengan ALLAH, ini adalah hakNYA pula.

10. Apabila rasa senang dengan pujian, rasa sakit dengan kehinaan menunjukkan kita ada kepentingan peribadi, tanda kita tidak ikhlas membuat kebaikan.

ku mulai "DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG"............... ku tersenyum..kau tersenyum..kemesraan menguntum..

Adab : MEMBERI SALAM
Tarikh : 1/2/2003 7:28:14 AM
Daripada : Zindagi Ekk Safar(bohot bohot syukria)©





MEMBERI SALAM

Hukum memberi salam adalah sunat muakkad bagi perseorangan dan sunat kifayah bagi perkumpulan sedangkan menjawab salam pula adalah wajib bagi perseorangan dan fardhu kifayah bagi perkumpulan.

Hikmah memberi salam :

- mendapat keredhaan Allah

- mendapat doa dari para malaikat

- akan mendukacitakan iblis

- dapat membersihkan diri dari sifat-sifat mazmumah (keji)

- dapat mengukuhkan persaudaraan Islam

Dulu kita bangga memberi salam kepada saudara Islam tapi kini kita lebih selesa dengan hanya menyebut "Hai". Kononnya lebih mudah dan ringkas. Maklumlah dalam dunia yang serba pantas ini segalanya perlu cepat. Kalau menyebut "Assalamualaikum", belum habis menyebut salam, orang tersebut sudah tiada di depan mata. Itulah antara alasan yang sering digunakan apabila ditanya kenapa dan mengapa mereka lebih suka mengucapkan "hai" daripada "Assalamualaikum". Tapi sebenarnya ia menunjukkan betapa rapuhnya ukhuwwah Islamiah kita hari ini.

Tidak kurang juga yang mengatakan bahawa menyebut "Assalamualaikum" dah tak serasi dengan zaman, dah tak moden dan tak ikut arus peredaran zaman. Memberi salam juga seolah-olah hanya budaya pak aji dan mak aji sahaja. Sedangkan memberi salam adalah dituntut dalam Islam terhadap seluruh umatnya. Seperti yang dinyatakan oleh Rasulullah dalam hadisnya yang bermaksud, "Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apakah perkara yang terbaik di dalam Islam?" Beliau menjawab: "Memberi makanan dan memberi salam kepada orang yang kau kenal atau tidak kau kenal" (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan di antara hak Muslim adalah mengucapkan salam kepada sesama Muslim.

Sabda Rasulullah SAW: "Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk syurga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling menyinta. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling menyinta? Sebarkan salam di kalangan kamu."

"Dari Abu Hurairah Ra, "Rasulullah SAW bersabda, "Yang berkendaraan lebih dahulu mengucapkan salam kepada yang berjalan kaku; yang berjalan kaki

mengucapkan salam kepada yang duduk, dan rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang banyak." (HR. Muslim)

Hai insan yang alpa Kehinaan bagi mu Kebangaan bagi ku

ADAB MEMBERI SALAM.......
Tarikh : 9/4/2002 2:07:30 AM
Daripada : Zana



ADAB MEMBERI SALAM

HUKUM MEMBERI SALAM :
Hukum memberi salam adalah sunat muakad bagi perseorangan dan sunat kifayah bagi perkumpulan sedangkan menjawab salam pula adalah wajib bagi perseorangan dan fardhu kifayah bagi perkumpulan.

ORANG YANG PALING UTAMA MEMBERI SALAM :
 Yang
berjalan kepada yang duduk.
 Yang muda kepada yang lebih tua.

 Yang
berkenderaan kepada yang berjalan kaki.
 Yang berada di luar kepada yang
berada di dalam.
 Yang berada di belakang kepada yang berada di depan.

Yang mahu meninggalkan majlis kepada yang berada di dalam majlis.

MAKRUH DIUCAPKAN SALAM KEPADA :
 Orang yang sedang azan atau iqomah.

 Orang
yang sedang mengajar ilmu agama.
 Orang yang sedang membaca Al-Quran.

Orang yang sedang membuang air besar/kecil.
 Orang kafir dan musuh-musuh
Islam.
 Yang mahu meninggalkan majlis kepada yang berada di dalam
majlis.

ORANG TIDAK WAJIB MENJAWAB SALAM :
 Orang yang sedang
Sembahyang.
 Orang yang sedang mengajar ilmu agama.

 Orang yang sedang
membuang air besar/kecil.
 Orang yang menerima salam setelah bercakap-cakap
dengannya.
 Orang yang suka meminta-minta.


HIKMAH MEMBERI SALAM :
 Mendapat keredhoaan Allah.

 Mendapat doa dari para Malaikat.

Akan mendukacitakan iblis.
 Dapat membersihkan diri dari sifat-sifat
mazmumah (keji).
 Dapat mengukuhkan persaudaraan
Islam.

Wallahua'alam
"Kesabaran adalah tunjang kekuatan dan kebahagiaan di dunia mahupun akhirat...."

4 Cara Kenal Keaiban Diri
Tarikh : 10/20/2002 4:29:12 PM
Daripada : nur





1). Hampirkan diri pada guru atau orang berilmu yang dapat menyingkapkan sifat-sifat buruk yang bersarang dalam hati manusia. Guru akan memberitahu keaiban diri seseorang dan cara-cara mengubatinya.

2).Hendaklah mencari rakan karib yang boleh dipercayai, bijaksana dan lebih pengetahuan agamanya.Teman sebegini akan memerhatikan tingkah laku temannya dan jika terdapat perbuatan yang tidak elok, dia segera mengingatkannya.

3).Hendaklah berlapang dada apabila menerima teguran atau nasihat orang lain yang bersangkutan dengan perlakuan atau sifat aib yang terdapat dalam diri seseorang.

4).Hendaklah sentiasa bergaul dengan orang ramai. Lantaran sebarang perkara tercela yang dilihat pada orang lain akan menimbulkan pertanyaan kepada dirinya - adakah perkara tersebut ada pada diri aku? Sebab orang Mukmin adalah cermin kepada Mukmin yang lain.

Sesungguhnya tabiat dan sifat manusia di alam ini sama sahaja dalam menurut hawa nafsu. Setiap sifat yang ada pada orang lain, tidak mustahil terdapat juga pada diri sendiri. Malah mungkin lebih dahsyat daripada itu. Sebaik-baiknya telitilah diri sendiri dan bersihkan diri daripada mencela orang lain. Ingatlah, tiada cara yang lebih utama untuk mendidik diri selain mengenal keaiban diri terlebih dahulu.

Isnin, 30 Mei 2011

Akhlak Para Solihin


Allah swt. berfirman:"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berakhlak yang agung." (Q.s. A-Qalam: 4).

Diriwayatkan oleh Anas bahwa seseorang bertanya kepada Nabi saw : "Wahai Rasulullah, siapakah di antara orang-orang beriman yang paling utama imannya?" Beliau menjawab:"Yaitu mereka yang paling baik akhlaknya." (H.r. Ibnu Majah)

Akhlak yang baik adalah keutamaan sejarah hidup hamba, sehingga mutiara-mutiara seseorang dapat tampak. Manusia itu terlapisi oleh fisiknya, namun terungkap oleh akhlaknya.Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq juga berkata, "Allah swt. menganugerahi Nabi-Nya saw. dengan keistimewaan sifat beliau, dengan pujian yang sama sekali tidak pernah dipujikan kepada makhluk lain. Karena itu Allah swt. berfirman, 'Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur'.

Muhammad al-Wasithy mengatakan, "Allah swt. memberi predikat beliau dengan akhlak yang agung, karena beliau merelakan diri dari dunia dan akhiratnya, dan merasa puas hanya dengan Allah swt. semata." Al-Wasithy juga mengatakan, "Akhlak yang mulia berarti orang tidak bertengkar dengan orang lain, tidak memusuhi oleh mereka, karena hamba itu diluapi kedahsyatan ma'rifat kepada Allah swt."Al-Husain bin Manshur menjelaskan, "Akhlak mulia adalah, bahwa engkau tidak terpengaruh kekasaran orang banyak, setelah engkau memperhatikan Al-Haq."Abu Sa'id al-Kharraz mengatakan, "Akhlak mulia berarti engkau tidak mempunyai cita-cita selain Allah swt."Al-Kattany menegaskan, "Tasawuf adalah akhlak. Barangsiapa bertambah dalam akhlak berarti bertambah pula dalam tasawuf."

Riwayat dari Ibnu Umar r.a. yang mengatakan, "Jika engkau mendengar aku mengatakan kepada seorang budak, 'Semoga Allah melaknatimu,' maka saksikanlah bahwa aku telah memerdekakannya."Al-Fudhail bin `Iyadh mengatakan, "Jika seseorang bertindak dengan akhlak mulia dalam segala hal, tapi ia memperlakukan ayamnya dengan buruk, maka tidak dapat dianggap berakhlak baik."Dikatakan, "Apabila Ibnu Umar melihat salah seorang budaknya melaksanakan shalat dengan baik, beliau akan memerdekakannya.

Budak-budaknya semua tahu akan hal itu, dan mereka mengerjakan shalat dengan baik hanya semata agar dilihat olehnya. Sekalipun demikian, Ibnu Umar masih tetap memerdekakan mereka. Ketika seseorang hendak menipu kami demi Allah, maka kami akan membiarkan diri kami ditipu demi Dia."Al-Harits al-Muhasiby mengatakan, "Kita akan merasa rugi jika kehilangan tiga hal: Wajah cerah disertai dengan kesantunan, kata-kata yang diucapkan dengan baik dan disertai kejujuran, serta persaudaraan yang kuat dipadu dengan kesetiaan." .Abdullah bin Muhammad ar-Razy mengatakan, "Akhlak berarti memandang rendah apa pun yang datang darimu, dan mengagungkan yang datang dari Allah swt."Al-Ahnaf bin Qays ditanya, "Siapa yang mengajarkan akhlak kepadamu?" Ia menjawab, "Qays bin Ashim al-Munaqqary." Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana akhlaknya?" Al-Ahnaf menuturkan, "

Suatu ketika ia sedang duduk-duduk di rumahnya ketika seorang budak wanita masuk dengan membawa tusuk daging yang membara. Benda itu jatuh menimpa salah seorang anaknya, yang kemudian meninggal dunia. Budak itu sangat berduka. Qays mengatakan kepadanya, `Jangan khawatir. Engkau kumerdekakan, karenaAllah'."Syah al-Kirmany menuturkan, "Satu tanda akhlak yang baik adalah, bahwa engkau mencegah bahaya, dan secara rela menanggung kerugian yang mereka timpakan kepadamu."Rasulullah saw bersabda :"Engkau tidak akan dapat memberikan kebahagiaan orang lain dengan hartamu, karenanya berilah kebahagiaan dengan wajah yang manis dan akhlak yang baik." (H.r. Al-Bazzar dan Hakim).

Seseorang bertanya kepada Dzun Nuun al-Mishry,. "Siapakah orang yang paling banyak cemas?" Ia menjawab, "Orang yang paling buruk akhlaknya."Wahb menegaskan, "Jika seorang hamba memperaktikkan akhlak mulia selama empatpuluh hari; Allah akan menjadikan akhlak mulia sebagai sifat bawaan baginya."Ketika menafsirkan firman Allah swt. : "Dan pakaianmu, hendaklah engkau bersihkan." (Q.s. AI-Muddatstsir: 4).

Hasan al-Bashry menjelaskan bahwa ayat ini berarti, "Dan akhlakmu itu, perindahlah."Seorang Sufi memiliki seekor domba betina. Ketika ia menemukan salah satu kakinya terpotong, ia bertanya, "Siapa yang melakukan ini?" Salah seorang budaknya menjawab, "Saya." Ketika ditanya mengapa ia melakukan hal itu, si budak menjawab, "Untuk membuat tuan bersedih karenanya." Sufi itu menjawab, "Itu tidak terjadi, tapi aku merasa sakit dengan tindakanmu itu. Pergilah, engkau kumerdekakan."Ibrahim bin Adham ditanya, "

Apakah Anda pernah senang di dunia ini?" Ia menjawab, "Ya, dua kali. Yang pertama, ketika aku sedang duduk-duduk dan seorang laki-laki datang mengencingiku. Yang kedua, ketika aku sedang duduk-duduk dan seorang laki-laki datang menempelengku."Dikatakan bahwa manakala anak-anak melihat Uways al-Qarany mereka selalu melemparinya dengan batu. Karena itu Ia mengatakan kepada mereka, "Jika kalian memang harus melempariku, gunakanlah batu yang kecil agar kakiku tidak terluka, yang membuatku terhalang shalat."Suatu ketika seorang laki-laki memaki Ahnaf bin Qays dan menghinanya. Orang itu mengikuti di belakangnya.

Ketika al-Ahnaf sampai di dekat lingkungan kediamannya sendiri, ia berhenti dan menasihati orang itu, "Wahai anak muda, jika engkau masih punya kata-kata untuk diucapkan, katakanlah sekarang, sebelum salah seorang tetangga dekat yang bodoh mendengar, dan menjawab kata-katamu!"Hatim al-Asham ditanya, "Haruskah seseorang menanggung beban dari setiap orang?" Ia menjawab, "Ya, kecuali dari dirinya sendiri."Diceritakan bahwa Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib r.a. suatu ketika memanggil salah seorang budaknya, tapi si budak tidak menjawab. Beliau mengulangi panggilannnya dua hingga tiga kali, tapi si budak masih tetap tidak menjawab.

Ketika beliau datang melihat budak itu dan menemukannya sedang tidur-tiduran, Ali bertanya, 'Apakah engkau tidak mendengar panggilanku?" Ia menjawab, "Ya, saya mendengar." Beliau bertanya, "Lantas mengapa engkau tidak datang?" Si budak menjawab, "Saya merasa aman dari hukuman tuan, jadi saya malas." Ali berkata kepadanya, "Pergilah, engkau merdeka karena Allah swt."Diceritakan bahwa ketika Ma'ruf al-Karkhy pergi berwudhu, ia meletakkan Al-Qur'an dan jubahnya. Seorang wanita datang dan membawanya. Ma'ruf mengikutinya dari belakang.

Wahai saudaraku, aku adalah Ma'ruf al-Karkhy, engkau tidak apa-apa atas perbuatanmu ini. Apakah engkau punya seorang anak laki-laki yang dapat membaca Al-Qur'an?" Wanita itu menjawab, "Tidak." Ma'ruf bertanya, "Seorang suami?" "Tidak," jawab wanita itu. Ma'ruf lalu berkata, "Kalau begitu, berikanlah Al-Qur'an itu kembali kepadaku dan ambillah jubah itu!"Para pencuri memasuki rumah Syeikh Abu Abdurrahman as-Sulamy dan mencuri segala sesuatu yang berharga. Salah seorang sahabat kami mendengar syeikh tersebut menuturkan, "Suatu hari, aku melewati pasar dan kulihat jubahnya sedang dilelang, tapi aku berpaling menjauh tanpa menaruh perhatian sedikit pun padanya.

Al-Jurairy mengabarkan, "Aku baru saja pulang dari Mekkah, dan hal pertama yang kulakukan adalah mengunjungi al-Junayd agar tidak mengangan-angan diriku. Aku memberi salam kepadanya dan pulang ke runlah. Keesokan harinya ketika aku shalat subuh di masjid, aku melihatnya berdiri pada shaf di belakangku. Aku berkata, Aku mendatangimu kemarin hanya supaya engkau tidak mengharap-harap diriku.' Ia menjawab, 'Itulah keutamaanmu. Dan itulah hakmu'."Ketika Abu Hafs ditanya tentang akhlak, ia mengatakan, "Akhlak adalah pilihan Allah swt. untuk Nabi-Nya saw. dalam firman-Nya, 'Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf!' (Q.s. Al-A'raf :199)."Dikatakan, "Akhlak berarti engkau dekat orang banyak, tapi asing terhadap urusan-urusan mereka."

Dikatakan pula, "Akhlak yang baik adalah bagaimana menerima perlakuan kasar manusia dan ketentuan Al-Haq tanpa merasa sedih dan cemas."Dikatakan bahwa Abu Dzar memberi minum untanya di sebuah bak kolam air. Tiba-tiba ada sebagian orang yang menabraknya. Bak air itu pecah. Abu Dzar duduk, kemudian berbaring. Seseorang bertanya kepadanya mengapa berbuat begitu, ia menjawab, "Rasulullah saw memerintahkan kita, bahwa jika seseorang merasa marah, hendaklah ia duduk sampai marahnya reda. Jika tidak reda juga, hendaklah ia berbaring."Tertulis dalam kitab Injil, "Hamba-Ku, ingatlah kepada-Ku ketika engkau sedang marah, maka Aku akan mengingatkanmu ketika Aku marah."Luqman berkata kepada anaknya,

Ada tiga macam orang yang tidak dikenali kecuali pada tiga perkara, `Seorang murah hati ketika marah, seorang pemberani di saat perang, dan seorang saudara saat dibutuhkan'."Musa as. berkata, "Tuhanku, aku memohon kepada-Mu agar tidak dikatakan kepadaku, hal-hal yang bukan diriku."Allah mewahyukan kepadanya, 'Aku tidak pernah melakukan hal itu untuk Diri-Ku. Bagaimana Aku bisa melakukannya untukmu?"Yahya bin Ziyad al-Haritsy ditanya, berkaitan dengan seorang budak yang buruk perilakunya. "Mengapa engkau masih tetap memeliharanya?" Ia menjawab. "Agar aku dapat belajar bermuruh hati."Tentang firman Allah swt. "... dan (Dia) menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin" (Q.s. Luqman: 20) mempunyai makna bahwa "lahir" berarti pembentukan fisik manusia, dan "batin" adalah penyucian akhlak.Al-Fudhail bin Iyadh berkata. 'Aku lebih suka berteman seorang penjahat penuh dosa, tetapi akhlaknya baik daripada seorang saleh yang akhlaknya buruk.Dikatakan. "Akhlak yang baik berarti menanggung penderitaan dengan penuh kegembiraan.

Diceritakan. bahwa Ibralrim bin Adham pergi ke salah satu padang pasir yang luas. Tiba-tiba seorang tentara muncul di hadapanya dan bertanya. "Di mana kampung paling ramai?" Ibrahim menunjuk ke kuburan. Tentara itu lalu memukul kepala Ibrahim bin Adham. Ketika akhirnya ia melepaskan Ibrahim, seseorang mengatakan kepadanya, "Itu tadi Ibrahim bin Adham. Sufi dari Khurasan." Tentara itu lalu meminta maaf kepada Ibrahim. Ibrahim berkata. "Ketika engkau memukulku, aku berdoa kepada Allah swt. agar memasukkanmu ke dalam surga." Tentara itu bertanya, ":Mengapa?" Ibrahim menjawab, "Sebab aku tahu bahwa aku akan memperoleh pahala karena pukulan-pukulanmu itu. Aku tidak ingin nasibku menjadi baik dengan kerugianmu, dan perhitungan amalmu menjadi buruk karena diriku."Diriwayatkan, ada seoraog laki-laki mengundang Sa'id bin Ismall al-Hiry ke rumahnya.

Ketika Sa'id muncul di muka pintu rumah orang im, orang itu mengatakan kepadanya. "Wahai Syeikh, ini bukan waktu yang baik bagi Tuan untuk masuk ke dalam rumahku. Aku benar-benar menyesal. Maaf, silahkan pergi." Ketika Sa'id datang lagi ke rumahnya, orang itu menyuruhnya pergi lagi seraya mengatakan, "Maaf Tuan." Ia meminta maaf kepada Sa'id dan menyuruhnya supaya datang lagi pada suatu waktu tertentu. Sa'id pun pergi. Ketika datang lagi, orang itu mengatakan hal yang sama. (Peristiwa itu sempai berulang empat kali). Akhirnya orang itu menjelaskan, "Wahai Syeikh, aku hanya ingin menguji Anda." Ia lalu meminta maaf kepadn Sa'id dan memuji-mujinya. Sa'id menjawab, "Jangan memujiku karena sifat yang juga dimiliki oleh seekor anjing: jika anjing dipanggil, ia datang; jika diusir, ia pergi."

Dikisahkan bahwa Sa'id al-Hiry sedang melewati jalan menjelang tengah hari ketika seseorang di atas atap menumpahkan seember abu ke atas kepalanya. Kawan-kawannya menjadi marah dan mulai meneriaki orang yang menumpahkan abu itu. Sa'id berkata, "Jangan mengatakan apa-apa! Orang yang layak memperoleh neraka, tapi hanya dikenai abu saja tidak berhak untuk marah." Dikatakan, salah seorang dari para fakir sedang menjadi tamu di rumah Ja'far bin Handzalah, yang melayaninya sebaik mungkin. Fakir itu berkata, "Anda betul-betul orang yang baik. Sayang Anda seorangYahudi." Ja'far menjawab, "Agamaku tidak mempengaruhi caraku melayani kebutuhanmu. Berdoalah agar jiwamu disembuhkan dan aku memperoleh hidayatnya!"

Diceritakan bahwa Abdullah al-Khayyath mempunyai pelanggan jahitan baju seorang Majusi. Orang itu biasa membayarnya dengan uang dirham palsu dan Abdullah menerima saja uang palsu itu. Suatu hari ketika Abdullah sedang sibuk di suraunya, orang Majusi itu datang untuk mengambil pakaian pesanannya dan mencoba membayarnya dengan dirham-dirham palsu, yang diberikan kepada muridnya, namun oleh murid itu ditolaknya. Akhirnya si orang Majusi itu membayar dengan uang dirham asli. Ketika Abdullah kembali, ia bertanya kepada muridnya, "Di mana pakaian pesanan orang Majusi itu?" Si pembantu menceritakan apa yang telah terjadi. Abdullah memarahinya. Katanya, "Engkau telah melakukan kesalahan. Selama beberapa waktu, kami telah melakukan bisnis dengan caranya itu, dan aku bersabar saja. Dirham-dirham palsu itu biasanya kulemparkan ke dalam sumur agar ia tidak menipu orang lain, selain diriku."Rasulullah saw ditanya, "Apakah yang disebut celaka itu?" Beliau menjawab. "Akhlak yang buruk."Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, bahwa seseorang memohon kepada Rasulullah saw.:"Wahai Rasulullah! Mohonlah kepada Allah swt. agar membinasakan orang-orang musyrik itu!" Beliau menjawab, 'Aku diutus sebagai rahmat, bukan sebagai penyiksa." (H.r. Muslim).Dikatakan, "Akhlak yang buruk menyempitkan hati pelakunya. Sebab ia tidak memberikan ruang bagi apa pun selain hawa nafsunya sendiri, dan hati menjadi seperti sebuah ruangan sempit yang hanya cukup bagi pemiliknya."Dikatakan pula, "Akhlak yang baik berarti bahwa engkau tidak peduli siapa pun yang berdiri di sebelahmu dalam shaf ketika shalat."Dikatakan juga, "Satu tanda keburukan akhlak Anda, manakala Anda hanya tertuju pada keburukan akhlak orang lain."

Sabtu, 28 Mei 2011

kePutusan Terkini LIga Super 28hb Mei 2011


Terengganu
0
Kedah
1
Kelantan
1
Pahang
0
Selangor
2
N.Sembilan
0
Perak
2
T-team
0
Perlis
0
Felda United
1
Kuala Lumpur
1
Johor FC
2
Harimau Muda A
2
Sabah
0

Keputusan Terkini Liga super
28 Mei 2011